TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Dugaan data paspor bocor, saatnya perlu badan pengawas

A. Muh. Ibnu Aqil (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Fri, July 7, 2023

Share This Article

Change Size

Dugaan data paspor bocor, saatnya perlu badan pengawas Stock illustration of an Indonesian passport (Shutterstock/Rizvisual)
Read in English

D

ugaan pelanggaran penggunaan data yang terjadi pada jutaan pemegang paspor Indonesia telah memunculkan lagi desakan agar dibentuk badan pengawas independen untuk memastikan efektivitas perlindungan data pribadi.

Analis keamanan siber Teguh Aprianto mengungkapkan pada hari Rabu, di akun Twitter @secgron, bahwa peretas yang dikenal dengan nama samaran Bjorka telah melakukan pelanggaran dan menawarkan 4 gigabyte data paspor milik 34,9 juta warga negara Indonesia seharga $10.000 dolar Amerika. Data tersebut berisi nama lengkap, nomor paspor, tanggal kedaluwarsa, tanggal lahir, dan jenis kelamin.

Teguh telah menganalisis sekitar 1 juta sampel yang diposting Bjorka di platform peretas dan bisa menyimpulkan keaslian data tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika segera meluncurkan tim untuk menyelidiki dugaan kejahatan dunia maya tersebut, tetapi tidak dapat mengkonfirmasi pelanggaran.

Menurut Antara, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong menunjukkan beberapa perbedaan struktur data antara sampel yang ditampilkan Bjorka dengan data yang ada di pusat data nasional.

Kemenkominfo terus melakukan investigasi dengan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Morning Brief

Every Monday, Wednesday and Friday morning.

Delivered straight to your inbox three times weekly, this curated briefing provides a concise overview of the day's most important issues, covering a wide range of topics from politics to culture and society.

By registering, you agree with The Jakarta Post's

Thank You

for signing up our newsletter!

Please check your email for your newsletter subscription.

View More Newsletter

Menurut analis keamanan siber Alfons Tanujaya, jika memang terjadi pembobolan informasi, data paspor yang bocor bisa digunakan untuk melakukan kejahatan dunia maya lainnya yang akan merugikan pemegang paspor. Peretas, misalnya, dapat menggunakan data yang bocor untuk mencuri kata sandi, lalu mendapatkan akses ilegal ke akun digital milik pemegang paspor. Data yang bocor juga dapat digunakan untuk membuat paspor palsu, Alfons menambahkan, individu dengan paspor biometrik mungkin lebih terlindungi, karena paspor biometrik berisi chip elektronik dengan data terenkripsi. “Namun data yang bocor dari paspor elektronik masih bisa disalahgunakan, toh datasetnya tidak berbeda dengan paspor biasa,” katanya.

to Read Full Story

  • Unlimited access to our web and app content
  • e-Post daily digital newspaper
  • No advertisements, no interruptions
  • Privileged access to our events and programs
  • Subscription to our newsletters
or

Purchase access to this article for

We accept

TJP - Visa
TJP - Mastercard
TJP - GoPay

Redirecting you to payment page

Pay per article

Dugaan data paspor bocor, saatnya perlu badan pengawas

Rp 29,000 / article

1
Create your free account
By proceeding, you consent to the revised Terms of Use, and Privacy Policy.
Already have an account?

2
  • Palmerat Barat No. 142-143
  • Central Jakarta
  • DKI Jakarta
  • Indonesia
  • 10270
  • +6283816779933
2
Total Rp 29,000

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.