press enter to search

[UPDATED] Indonesian fashion designers help sew, donate protective gear for medical workers

News Desk

The Jakarta Post

Jakarta  /  Wed, March 25, 2020  /  03:31 pm
[UPDATED] Indonesian fashion designers help sew, donate protective gear for medical workers

Illustration of fashion designer at work (Shutterstock/stefanphotozemun)

Renowned kebaya designer Anne Avantie has through her foundation been producing protective gear (APD) amid a lack of such equipment for many medical personnel, forcing some to wear disposable plastic raincoats.

Anne shared on her Instagram account that the foundation got help from donors to initiate the endeavor and that the protective gear would not be for sale. "They will be donated to hospitals," she said. 

Due to the limited number of sewing machines, Anne said the foundation could only produce a limited number of APD, "since we're not a factory and all are manufactured manually. Despite such limitations we strive to produce as many APD as we can by halting our other products."

Read also: French fashion labels Saint Laurent, Balenciaga to make coronavirus face masks

Anne said she is hopeful that other tailors or garment businesses would join the movement to help those in need and she encouraged them to send a request email to [email protected] 

"Those wanting to donate can do so through Yayasan Wisma Kasih Bunda Foundation's BCA account number at 009-7006-711, with the contact number for Asmanah being +6281389373939."

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BERBAGI Baju APD ( Alat Pelindung Diri ) di produksi oleh Yayasan Anne Avantie yg dipersembahkan oleh para DONATUR dan TIDAK Di PERJUAL BELI kan ., 🙏. • • •Disumbangkan ke RUMAH SAKIT -RS dengan surat permohonan Resmi ..🙏( Lintas keyakinan .)🙏• • •Ketika Tuhan menyentuh saya secara pribadi ., untuk berbuat sesuatu bagi PAHLAWAN KEMANUSIAAN yg mempertaruh kan NYAWA untuk kita ... atas musibah VIRUS COVID 19 😭>>saya menanggapi dengan segala keTULUSAN ..🙏..walau dalam KETERBATASAN MESIN yg " TERBATAS" .. 😫-Tapi NIAT BAIK kami TIDAK TERBATAS dan saya Percaya .., ketika Tuhan BERKEHENDAK ., saya & tim pasti Di MAMPUKAN bahkan untuk suatu hal yg MUSTAHIL sekalipun ..🙏• • • Kami hanya bisa memproduksi dalam jumlah yg TERBATAS .., karena kami bukan PABRIK dan di kerjakan secara MANUAL > maka dengan segala keterbatasan BAJU APD setiap hari kami producsi semampu yg kami bisa lakukan ..seMAXIMAL mungkin dengan menghentikan seluruh produksi yg lain ..🙏• • • Oleh karena itu saya memohon MAAF andai tidak bisa dalam JUMLAH BANYAK menyumbangkan pada PAHLAWAN KEMANUSIAAN melalui RS setempat . 🙏• • • Semoga apa yg kami lakukan ini bermanfaat dan bisa Di TIRU oleh PENJAHIT 2 lain atau GARMENT yg lain ..🙏> untuk mengambil PERAN .., menjadi TERANG sekecil apapun SINAR nya .., bagi sesama yg membutuhkan ..🙏😭• • •Dengan segala kerendahan hati surat permohonan bisa di kirim kan ke [email protected] • • •Dan apabila terketuk hati ingin berDONASI bisa ke : BCA atasnama Yayasan Wisma kasih Bunda 009- 7006- 711 . Cp : Asmanah - 081389373939• • • Segala Apa yg kami perbuat dengan segala KETERBATASAN yg ada .., kami persembahkan hanya untuk MEMULIA kan nama Tuhan ..🙏> Terimakasih untuk jalinan KASIH nya . 💕 • • #inspirasianneavantie #instagood #instalife #covid_19 #viruscorona #desinfektan #stayhealthy #staysafe #dirumahaja #anneavantieheart #anneavantiefoundation #anneavantiemall #anneavantiemanagement #anneavantieproductionhouse #viruscoronadiindonesia #yayasananneavantie #inspirasianneavantie #renungananneavantie #detiknews #kompastv #metrotvnews #indonesiabersatulawancorona #wismakasihbunda #herballove #inavbyanneavantie #ganjarpranowo #sinarmas #hendrarprihadi

A post shared by Anne Avantie Heart (@anneavantieheart) on

Fashion designer Didiet Maulana and his friends said they also invite the public to donate APD to aid medical workers through his BCA account number 2611905761 on behalf of Maharditya Maulana.

The public can also donate protective gear and food directly to Pelni Hospital in West Jakarta, where the contact number is +62215306901 and Laili Fathiyah is the contact person, and Tangerang General Hospital in Tangerang, Banten, where the contact number is +62215523507 and contact person is Rifki.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

DONASI TALI KASIH Rumah Sakit dan Tenaga Medis menjadi garda terdepan dalam pandemik yang kita hadapi. Setelah meeting dengan pihak RS Pelni dan RSU Tangerang, saya dan teman-teman membuka pintu donasi untuk teman teman yang ingin berpartisipasi membantu menyisihkan rejeki kita untuk para garda terdepan ini. Bantuan bisa diberikan berupa: 1. uang yang saya akan langsung salurkan kepada kedua RS ini melalui rekening BCA 2611905761 an. Maharditya Maulana dengan menambahkan angka 1 di belakang donasi anda. Misal Rp. 10.001 2. APD (Alat Pelindung Diri) bisa masker, baju, dll. Utk APD bisa langsung ke: RS Pelni An. Laili Fathiyah Jl. Jl. Ks. Tubun No.92 - 94, Slipi, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11410 0215306901 RSU Tangerang dr. Rifki Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15111 0215523507 3. Makanan bisa langsung kirim ke RS ybs, karena mereka juga butuh asupan gizi yang baik. Slide 2 dan 3, menggambarkan para dokter dan suster yang berjaga di garis depan. Slide 2 dan 3, saya dapat dari kawan, kalo ada yg tau fotografernya mohon info saya akan sy cantumkan kredit title. Terima kasih Kawan.. Bantuanmu berapapun akan berarti dan akan aku sampaikan langsung kedua rumah sakit ini. Bertahan semua para dokter dan tenaga medis. We love you.

A post shared by Didiet Maulana (@didietmaulana) on

Founders of local fashion brand Cottonink, Ria Sarwono and Carline, have also been raising funds to sew 10,000 protective coveralls (APDs) for medical workers.

"We will try as hard as we can to purchase the suitable material (after a discussion with hospital doctors) and collaborate with our tailors (whose orders for fashion items have decreased). By sewing these APDs, not only can these small and medium businesses' tailors continue their otherwise declining work, but we can also help provide medical workers with essential equipment," shared Ria's Instagram post on March 30, adding that they took no profit whatsoever from the initiative.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Saya, Ria Sarwono bersama partner business saya Carline, ingin menjahit 10.000 Coverall (jumpsuit/hazmat suit) yang merupakan bagian dari APD Untuk tenaga medis. Kami memiliki brand fashion lokal yang sudah berdiri 11 tahun lalu, Cottonink. Perlu diketahui, Saat ini banyak tenaga medis kita sakit bahkan gugur karena banyaknya kekurangan dalam APD (alat pelindung diri) yang sangat dibutuhkan. 1 APD biasanya hanya 1x pakai, jadi sekarang teramat sangat dibutuhkan. Indonesia membutuhkan jutaan APD dalam menghadapi virus Corona ini. Daripada menunggu APD yang sulit atau mahal sekali didapat, kami ingin membantu melalui menjahit APD. Kami akan berusaha sebisanya untuk membeli bahan yang sesuai (sudah didiskusikan dengan dokter rumah sakit) dan bekerja sama dengan para penjahit kami (yang ordernya sudah berkurang untuk baju fashion). Dengan menjahit baju APD Ini, tidak hanya para penjahit UKM bisa mendapatkan pekerjaan yang sudah berkurang, tetapi kami bisa membantu tenaga medis untuk terlengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan. Setiap Coverall APD estimasi membutuhkan Rp 50.000/buah (dengan harga bahan tidak berubah/naik) dengan bahan yang sudah diinfokan. Tidak ada profit yang kami ambil. Apabila kami bisa membuat lebih banyak dengan negosiasi harga kepada para penjahit, tentunya akan bisa lebih banyak. Semua APD yang terjahit akan kami sumbangkan ke IDI dan akan didistribusikan ke RS Yang memerlukan. Kamipun akan menyumbangkan 200 Coverall APD dari dompet kami sendiri. Semoga para tenaga medis bisa terlindungi dalam merawat para pasien. https://kitabisa.com/campaign/sepuluhribuapd 🖤🌈

A post shared by Ria Sarwono (@ria.sarwono) on

Each APD is said to cost around Rp 50,000 (US$3) to make. 

"All APDs that we make will be donated to the Indonesian Doctors Association (IDI) and later be distributed to hospitals that need them. We will also donate 200 APDs from our own wallet," added the post.

Ria also invited the public to support the move by donating money through online crowdfunding platform

West Kalimantan-born fashion designer Hian Tjen has also collaborated with other fashion designers and textile suppliers to produce protective gear to be donated to medical personnel in Indonesia via non-profit organization Project Indonesia. 

Hian told Antara news agency that production began on March 26. 

"As our staff was off on March 25, I contacted a number of tailors in Jakarta who were willing to help. We've tried to produce as many as we can," he said. 

Hian announced on Instagram on April 1 that the team had made over 1,000 medical gowns and were manufacturing hazmat suits. 

"It's the only thing we can do," Hian said. "We produce [the protective gear], while Project Indonesia distributes and verifies [hospitals or medical personnel who are in need of the gear]."

Indonesian designers Samuel and Stephen Wongso from Wong Hang Tailor have also produced protective gear for medical workers due to a shortage in Indonesian hospitals.

Manufactured by their staff using local fabric, the protective gear can be reused three times. 

"After being worn, spray it with disinfectant, soak it in warm water that has been mixed with an antibacterial [product], dry it under the sun and spray it again with disinfectant prior to reusing it," Samuel told kompas.com

Samuel said his staff was working fast to distribute the protective gear to hospitals, which include those located in Manado, North Sulawesi. "We'll also deliver them to Purwakarta [in West Java]."

"We also accept requests [for protective gear] and our team will verify them beforehand - we don't want the protective gear to be merely resold," he added. (wir/kes)

Your premium period will expire in 0 day(s)

close x
Subscribe to get unlimited access Get 50% off now
If you want to help in the fight against COVID-19, we have compiled an up-to-date list of community initiatives designed to aid medical workers and low-income people in this article. Link: [UPDATED] Anti-COVID-19 initiatives: Helping Indonesia fight the outbreak