TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Lebih dari hanya sentralitas ASEAN

Kurangnya persatuan antarnegara mungkin jadi salah satu masalah ASEAN saat ini.

Editorial board (The Jakarta Post)
Jakarta
Mon, July 14, 2025 Published on Jul. 13, 2025 Published on 2025-07-13T16:15:57+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim delivers a speech on July 9 during the 58th ASEAN Foreign Ministers' Meeting in Kuala Lumpur, Malaysia. Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim delivers a speech on July 9 during the 58th ASEAN Foreign Ministers' Meeting in Kuala Lumpur, Malaysia. (Reuters/Hasnoor Hussain)
Read in English

 

Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting atau AMM) tahunan, yang baru saja berakhir, di Kuala Lumpur, mungkin sekali lagi membuktikan peran sentral organisasi regional Asia Tenggara ini. Peran itu tidak hanya berlaku di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga di seluruh dunia. Namun, sentralitas semacam ini mungkin telah mereduksi ASEAN menjadi sekadar penyelenggara acara—tentu saja, sebuah acara yang baik. Hal itu bisa dihindari jika ASEAN menetapkan agenda yang lebih tegas, dengan tujuan jelas, untuk pertemuan-pertemuan ini.

Acara di musim panas ini, yang tiap tahun diadakan bergantian di ibu kota ASEAN, telah menjadi salah satu pertemuan internasional penting bagi para menteri luar negeri. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan dari 27 negara termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, selain oleh 10 negara anggota ASEAN.

Namun berdasarkan pantauan atas liputan media internasional, sejumlah jurnalis mancanegara tampak lebih tertarik pada pertemuan bilateral atau minilateral yang diadakan oleh para menteri. Konteks ASEAN hanya sedikit diperhatikan. 

Terdapat hanya sedikit, jika ada, laporan terkait konferensi pers yang disampaikan oleh menteri luar negeri tuan rumah menjelang akhir pertemuan.

Viewpoint

Every Thursday

Whether you're looking to broaden your horizons or stay informed on the latest developments, "Viewpoint" is the perfect source for anyone seeking to engage with the issues that matter most.

By registering, you agree with The Jakarta Post's

Thank You

for signing up our newsletter!

Please check your email for your newsletter subscription.

View More Newsletter

Komunike bersama atau laporan ketua jarang disebut-sebut. Sarat dengan bahasa diplomatik yang sopan dan tata bahasa ASEAN yang rumit, pernyataan resmi ini lebih dirancang untuk birokrat, bukan untuk jurnalis atau publik.

ASEAN memang mempertemukan para menteri luar negeri ini untuk membahas isu-isu ekonomi, keamanan, dan politik global.

AMM adalah serangkaian pertemuan yang kini mencakup sesi-sesi pascakonferensi yang digalang sendiri-sendiri, di antara para menteri dan mitra ASEAN (disebut PMC 10+1). Acara puncaknya adalah Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum atau ARF).

Hal ini memberi anggota ASEAN kesempatan untuk secara langsung mengangkat isu-isu dengan mitra, termasuk ketegangan, konflik, dan perang yang dapat mengancam perdamaian global. Ukraina, Gaza, dan Iran menjadi sorotan utama dalam diskusi mereka minggu lalu.

Kuala Lumpur juga menyambut Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio dalam debutnya di ASEAN. Terbuka kesempatan bagi negara-negara ASEAN untuk membahas kenaikan tarif impor yang sangat besar. Kenaikan tarif impor diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump kepada semua negara ASEAN, untuk mengurangi defisit perdagangan AS yang besar.

Yang lebih menarik perhatian media internasional adalah pertemuan bilateral Rubio dengan mitranya dari Rusia, Sergei Lavrov. Juga dengan Wang Yi dari Tiongkok.

Sayangnya, dalam hal pencapaian ASEAN sendiri, sebenarnya tidak banyak yang bisa dibanggakan, selain keberhasilan dalam menyelenggarakan acara tersebut,

ASEAN nyaris menyerah dalam upaya menyelesaikan perang saudara di Myanmar. Kini, keanggotaan Myanmar telah ditangguhkan. Anggota ASEAN terpecah dalam beberapa isu utama, termasuk ketegangan atas klaim maritim teritorial yang tumpang tindih di Laut China Selatan, antara beberapa anggota ASEAN dengan Tiongkok. Anggota ASEAN juga telah menyikapi perang tarif Trump secara individual, dengan hasil yang beragam. Masing-masing maju sendiri-sendiri, alih-alih bersuara bulat.

Kurangnya persatuan ini melemahkan sentralitas yang coba diproyeksikan oleh ASEAN kepada dunia, terkait perannya dalam urusan regional dan global. Terdapat pula kondisi kurang komando yang jelas di dalam kelompok ini. Anggota kelompok terbesar, Indonesia, enggan mengambil peran tersebut karena Presiden Prabowo Subianto tampaknya lebih banyak berinvestasi pada organisasi multilateral yang lebih besar.

Tidak ada maksud mengabaikan pentingnya ASEAN. Juga tidak mengecilkan makna pertemuan-pertemuan yang telah diselenggarakannya, yang sesungguhnya sangat berharga karena membahas isu-isu sulit. Meskipun tidak menghasilkan resolusi apa pun, pertemuan-pertemuan tersebut dapat memberi pemahaman yang lebih baik dan meredakan ketegangan yang terjadi di antara negara-negara peserta.

Namun, apa yang diperoleh ASEAN dari keberhasilan penyelenggaraan acara, selain pujian atas kemampuannya menjadi tuan rumah yang baik?

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.

Share options

Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!

Change text size options

Customize your reading experience by adjusting the text size to small, medium, or large—find what’s most comfortable for you.

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!

Continue in the app

Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.