Can't find what you're looking for?
View all search resultsCan't find what you're looking for?
View all search resultsDetail yang dibagikan oleh penyidik polisi dapat mengarah pada pembunuhan.
etika tersiar kabar bahwa seorang diplomat muda di Kementerian Luar Negeri meninggal secara misterius pada 8 Juli, media mulai menggali lebih dalam tentang masa lalu personal dan profesionalnya. Lalu ketika terungkap bahwa ia pernah menjadi saksi dalam kasus perdagangan manusia, banyak yang menemukan pembenaran untuk mencurigai adanya tindak pidana.
Detail yang dibagikan oleh penyidik polisi dapat mengarah pada upaya pembunuhan.
Arya Daru Pangayunan ditemukan di tempat tidurnya dengan kepala terlilit lakban kuning dan dibungkus kantong plastik.
Dan meskipun mustahil seseorang melakukan autoerotic asphyxiation dengan cara melilitkan lakban di kepalanya sendiri, penyidik polisi yang menangani kasus ini bersikeras bahwa kematian diplomat tersebut merupakan kasus bunuh diri. Autoerotic asphyxiation adalah salah satu fantasi seksual yang dilakukan dengan menutup jalan napas sendiri.
Teori bunuh diri tampak tidak masuk akal, terutama karena Arya terlihat gembira menyambut penugasan baru di Helsinki, Finlandia. Ia telah merancang rencana bersama istrinya, dan rekaman CCTV yang diperoleh polisi menunjukkan ia berbelanja pakaian baru untuk tugas tersebut.
Rekaman dari CCTV yang terpasang di kamar sewaan Arya di Jakarta Pusat tidak menunjukkan tanda-tanda adanya tekanan jiwa atau perilaku aneh, sebelum ia ditemukan tewas beberapa jam kemudian.
Selasa lalu, dalam pengumuman resmi, Polda Metro Jaya tidak menyebutkan jika diplomat tersebut bunuh diri. Tetapi, penyidik tampaknya tetap berpegang pada narasi bunuh diri tersebut.
Polisi mendukung klaim tersebut dengan analisis riwayat surat elektronik Arya, yang mengungkapkan bahwa ia telah menghubungi layanan kesehatan mental pada 2013 dan 2021.
Namun, meskipun kita dapat mengabaikan begitu banyak hal janggal yang belum terungkap, dan mempercayai teori polisi tentang bunuh diri, kita punya alasan untuk percaya bahwa sistem telah gagal dalam menangani kasus diplomat muda tersebut. Faktanya, penyidik polisi masih belum menemukan ponsel Arya, dan rekaman CCTV dari malam kematiannya tampaknya juga telah diedit.
Ada tantangan tersendiri dalam menjadi diplomat yang sering bepergian ke berbagai belahan dunia, meskipun di sisi lain memiliki begitu banyak keuntungan dan privilese.
Keharusan beradaptasi di lingkungan baru, jam kerja panjang, dan tinggal jauh dari teman serta keluarga dapat meruntuhkan mental diplomat muda yang paling tangguh sekalipun.
Dan jika pimpinan Kementerian Luar Negeri menerima teori kepolisian bahwa kematian Arya adalah tindakan bunuh diri, departemen sumber daya manusia kini harus meningkatkan upayanya untuk memantau kesehatan mental para pegawai kementerian.
Namun, jika ternyata ada hal yang lebih jahat di balik kematian diplomat muda tersebut, Kementerian Luar Negeri mungkin akan menghadapi masalah yang jauh lebih besar.
Bagaimana jika Arya menjadi sasaran aktor nonnegara yang pekerjaannya terganggu oleh upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas perdagangan manusia, perjudian daring, atau prostitusi?
Baru pada Maret lalu pemerintah memulangkan 569 WNI korban penipuan daring di Myanmar.
Dan jika kita yakin bahwa Arya, entah bagaimana, menjadi sasaran, banyak rekannya yang bertugas melindungi hak-hak WNI di luar negeri yang juga dapat masuk incaran.
Salah satu tugas utama Kementerian Luar Negeri adalah memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia di luar negeri. Tetapi, sebelum melakukan itu, Kementerian Luar Negeri harus melindungi keselamatan dan kesejahteraan diplomatnya sendiri.
Hilangnya satu nyawa pun sudah terlalu banyak.
Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.
Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.
Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!
Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.