TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Pemerintah tinjau ulang rencana pembentukan ‘dewan media sosial’

Wacana perlunya sebuah “dewan media sosial”, meniru Dewan Pers yang sudah ada, muncul kembali. Gagasan dikeluarkan baru-baru ini, di tengah serentetan kebijakan asal-asalan yang dibuka oleh pegiat sosial media.

Radhiyya Indra (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Tue, May 28, 2024 Published on May. 28, 2024 Published on 2024-05-28T20:04:57+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Pemerintah tinjau ulang rencana pembentukan ‘dewan media sosial’ The Communications and Information Ministry has revived a plan to set up a council to monitor social media content (Pexel/Tracy Le Blanc)
Read in English

M

enteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi telah menghidupkan kembali rencana untuk membentuk dewan yang memantau konten media sosial. Dewan juga akan mengawasi pembuat platform, sehingga media sosial menjadi “lebih akuntabel”. Namun, ada kekhawatiran akan dampak potensial kebijakan dewan terhadap kebebasan berpendapat secara daring.

Wacana perlunya sebuah “dewan media sosial”, meniru Dewan Pers yang sudah ada, muncul kembali. Gagasan dikeluarkan baru-baru ini, di tengah serentetan kebijakan asal-asalan yang mencuat ke masyarakat gara-gara dibuka oleh sosial media. Kebijakan yang dipertanyakan, mulai dari biaya kuliah yang tinggi dan pembatasan impor, hingga pengungkapan korupsi yang mengejutkan yang dilakukan negara, serta ragam kasus kejahatan yang belum terpecahkan.

Namun, berbeda dari tujuan Dewan Pers, yang melindungi pekerjaan jurnalis, media sosial tidak punya aturan serupa yang bisa disejajarkan. Para aktivis lebih khawatir terhadap potensi pemerintah akan bertindak berlebihan dan mengekang kebebasan berpendapat.

Konsep dewan media sosial pertama kali dikemukakan tahun lalu, tak lama setelah Budi dilantik sebagai menteri. Mantan ketua Projo, kelompok relawan Presiden Joko “Jokowi” Widodo, tersebut berbicara tentang perlunya memantau konten media sosial yang “meresahkan”.

Baru-baru ini, Budi kembali mengungkit rencana pembentukan dewan tersebut, dan menggarisbawahi pentingnya memiliki dewan untuk menengahi perselisihan yang terjadi di media sosial. Tugas itu serupa dengan tugas Dewan Pers.

“Katakanlah ada konten [yang memicu perselisihan] di TikTok. Kita tidak bisa memprosesnya melalui Dewan Pers, bukan?” katanya kepada majalah Tempo pada 23 Mei.

Morning Brief

Every Monday, Wednesday and Friday morning.

Delivered straight to your inbox three times weekly, this curated briefing provides a concise overview of the day's most important issues, covering a wide range of topics from politics to culture and society.

By registering, you agree with The Jakarta Post's

Thank You

for signing up our newsletter!

Please check your email for your newsletter subscription.

View More Newsletter

Belum ada kerangka kerja yang diberikan terkait batasan konten media sosial yang “dapat diperselisihkan” atau “dinilai meresahkan”. Namun, Selasa kemarin Budi menyarankan agar dewan tersebut beranggotakan akademisi, jurnalis, pakar industri, dan tokoh masyarakat yang bertugas membahas konten yang dilaporkan.

to Read Full Story

  • Unlimited access to our web and app content
  • e-Post daily digital newspaper
  • No advertisements, no interruptions
  • Privileged access to our events and programs
  • Subscription to our newsletters
or

Purchase access to this article for

We accept

TJP - Visa
TJP - Mastercard
TJP - GoPay

Redirecting you to payment page

Pay per article

Pemerintah tinjau ulang rencana pembentukan ‘dewan media sosial’

Rp 35,000 / article

1
Create your free account
By proceeding, you consent to the revised Terms of Use, and Privacy Policy.
Already have an account?

2
  • Palmerat Barat No. 142-143
  • Central Jakarta
  • DKI Jakarta
  • Indonesia
  • 10270
  • +6283816779933
2
Total Rp 35,000

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.

Share options

Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!

Change text size options

Customize your reading experience by adjusting the text size to small, medium, or large—find what’s most comfortable for you.

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!

Continue in the app

Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.