Can't find what you're looking for?
View all search resultsCan't find what you're looking for?
View all search resultsKerusakan lingkungan disebut-sebut sebagai alasan utama menolak tawaran pemerintah.
rganisasi-organisasi keagamaan besar di Indonesia telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menolak tawaran pemerintah yang berencana memberi mereka konsesi pertambangan. Alasan yang mereka kemukakan adalah potensi dampak buruk industri ini terhadap lingkungan.
Kelompok-kelompok tersebut menanggapi peraturan pemerintah (PP) kontroversial yang dikeluarkan oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo. PP tersebut mengizinkan organisasi keagamaan untuk mengelola tambang milik negara. Peluang tersebut segera dimanfaatkan oleh Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Muslim terbesar di negara ini.
Abdul Mu’ti, sekretaris jenderal kelompok Islam besar lainnya, Muhammadiyah, mengatakan bahwa organisasinya akan mempertimbangkan peluang ini dengan hati-hati. Menurutnya kehati-hatian perlu diterapkan karena operasional penambangan dapat berdampak negatif terhadap masyarakat, dan Indonesia, secara keseluruhan.
“Muhammadiyah tidak akan gegabah. Kami akan mengukur kemampuan kami sendiri, agar pengelolaan pertambangan tidak menimbulkan masalah bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa,” kata Abdul di media sosial. Ia tambahkan bahwa organisasi perlu “ekstra hati-hati”. Pernyataan itu ia keluarkan pada Senin lalu.
Dua hari kemudian, pada The Jakarta Post, Abdul mengatakan bahwa tidak ada diskusi internal mengenai rencana mengajukan izin pertambangan.
Sementara itu, mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin mengusulkan agar kelompok tersebut menolak tawaran tersebut tanpa perlu berpikir lebih jauh. Menurutnya, tawaran itu lebih banyak ruginya daripada manfaatnya.
Menurut Din, pemberian [izin pengelolaan] tambang batu bara dilakukan di tengah protes global terhadap energi yang bersumber dari fosil. Bahan bakar tersebut dituding sebagai salah satu faktor penyebab perubahan iklim dan pemanasan global.
Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.
Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.
Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!
Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.