TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Koalisi mempertimbangkan jalur khusus Prabowo-Ganjar

Dio Suhenda (The Jakarta Post)
Jakarta
Tue, March 14, 2023 Published on Mar. 13, 2023 Published on 2023-03-13T21:03:17+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Read in English

K

oalisi pendukung Jokowi dilaporkan berusaha memasangkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto sebagai calon kuat dalam pemilihan presiden 2024. Skenario politik ini, jika terwujud, bisa menguatkan arus dukungan dan mengurangi kemungkinan pemilu dilakukan dua putaran.

Maraknya spekulasi soal potensi pasangan Gubernur Jateng dan Ketua Umum Partai Gerindra memuncaki jajak pendapat lembaga survei kredibel usai pertemuan keduanya dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Kebumen, Jawa Tengah, pekan lalu.

Presiden Jokowi yang secara aktif berusaha mengarahkan dukungan pada pengganti yang ia pilih, diyakini mendukung pasangan dua tokoh populer itu. Pertemuan di Kebumen dipandang sebagai ajang menguji reaksi publik.

Namun, keputusan akhir diajukannya pasangan Ganjar dan Prabowo ada di tangan dua pemimpin partai. Mereka adalah Prabowo sebagai Ketua Umum Gerindra dan Megawati Soekarnoputri, pemimpin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), yang menaungi Ganjar.

Negosiasi alot

Gerindra dan PDIP masih berselisih tentang calon presiden. Masing-masing bersikeras bahwa calon presiden harus berasal dari partai mereka.

Wakil Ketua Umum Gerindra Hashim Djojohadikusumo, yang juga adik bungsu Prabowo, mengatakan pada Minggu lalu bahwa Prabowo selayaknya menjadi yang teratas mengingat senioritas, usia, dan pengalamannya.

"Kami terbuka untuk Pak Ganjar ikut. Syaratnya, Pak Prabowo yang menjadi calon presiden. Pak Prabowo tidak mungkin tidak menjadi calon presiden," kata Hashim kepada wartawan usai acara bersama relawan Prabowo di Jakarta Pusat. “[Itu] tidak bisa ditawar.”

Hashim menambahkan bahwa calon wakil presiden Prabowo juga perlu disetujui ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. PKB masuk ke dalam koalisi dengan Gerindra Agustus tahun lalu dengan harapan sang ketua akan mendapatkan kursi bakal calon wakil presiden.

Disinggung soal syarat Hashim, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan kepada wartawan bahwa calon presiden dari PDIP merupakan syarat koalisi yang sudah digariskan jika berkoalisi dengan PDI-P.

"Setiap tawaran untuk potensi koalisi dalam pemilihan presiden harus [ada calon presiden] dari PDI-P," katanya.

Tiket emas

Pasangan Prabowo-Ganjar kemungkinan akan mengubah peta pemilihan menjadi dua putaran, karena mereka berhadapan dengan mantan Gubernur DKI Anies Baswedan. Anies adalah calon presiden yang didukung partai-partai oposisi yang telah bergabung bersama Partai NasDem. Partai NasDem sebetulnya pendukung Jokowi tapi lalu membentuk Koalisi Perubahan. Dalam banyak survei terkait pemilu, Anies mengekor posisi Ganjar dan Prabowo sebagai kandidat paling populer ketiga.

Ketua Departemen Politik dan Perubahan di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan bahwa pasangan Prabowo-Ganjar akan sangat tinggi peluang menangnya, terutama karena keduanya memiliki basis pemilih yang saling melengkapi.

“Meskipun masih terlalu dini untuk meramal kemenangan pasangan ini dalam pemilu, jelas bahwa [baik Prabowo maupun Ganjar] akan melihat peningkatan dalam [peringkat] elektabilitas masing-masing, karena keduanya menarik publik dari segmen demografis dan geografis yang berbeda,” kata Arya, Senin lalu.

Ganjar sangat populer di Jawa Tengah, basis PDIP tempat ia menjalankan masa jabatan kedua sebagai gubernur. Sedangkan Prabowo punya kelompok pemilih kuat di Jawa Barat, yang terkenal sebagai benteng konservatisme Islam. Menurut  hasil survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC) baru-baru ini, dukungan untuk Prabowo di Jawa Barat adalah 34,5 persen. Urutan berikutnya ditempati Ridwan Kamil dengan 17,4 persen, Anies dengan 16 persen, dan Ganjar dengan 13,8 persen.

Kemenangan untuk Jokowi

Presiden Jokowi akan mendapat keuntungan dari pasangan Prabowo-Ganjar. Menurut Arya, koalisi keduanya bisa memaksa pemilu 2024 menjadi ajang pertarungan antara pendukung kuat Presiden melawan pendukung Anies.

“Jika Pilpres 2024 benar-benar terbagi menjadi kubu pendukung pemerintah dan kubu oposisi, kemungkinan besar Presiden akan diuntungkan karena kedekatannya [dengan Ganjar dan Prabowo] ,” katanya.

Sama-sama dari PDIP dan berbagi basis pemilih di Jawa Tengah, Ganjar telah lama disebut-sebut sebagai pengganti yang disukai Jokowi. Jokowi sendiri mengatakan kepada ribuan pendukungnya November tahun lalu untuk memilih politisi “berambut putih”, sebuah pernyataan yang jelas mengacu pada ciri fisik khas Ganjar.

Namun, dengan perseteruan Gerindra dan PDIP, kata Arya, pasangan Prabowo-Ganjar sepertinya belum akan terbentuk saat ini. Dua partai masih sama-sama enggan kadernya dijadikan calon wakil presiden.

“Pada titik ini, saya pikir kubu Prabowo punya posisi tawar lebih kuat. Ia didukung koalisi [Gerindra] dengan PKB, dan [2024] kemungkinan merupakan kesempatan terakhir bagi Prabowo bisa berlaga di pemilihan presiden,” tambah Arya.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.

Share options

Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!

Change text size options

Customize your reading experience by adjusting the text size to small, medium, or large—find what’s most comfortable for you.

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!

Continue in the app

Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.