TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

LBH APIK raises funds for emergency domestic violence shelters

  • Tri Indah Oktavianti

    The Jakarta Post

Jakarta   /   Tue, July 14, 2020   /   03:12 pm
LBH APIK raises funds for emergency domestic violence shelters LBH APIK Jakarta is raising funds to provide emergency shelter for domestic abuse victims who cannot access state-owned shelters because of bureaucratic red tape. (Shutterstock/-)

The Jakarta chapter of the Legal Aid Foundation of the Indonesian Women’s Association for Justice (LBH APIK Jakarta) is raising funds to support victims of domestic violence amid a flood of cases as a result of COVID-19 restrictions.

The foundation will use the money to provide temporary shelter for domestic abuse victims.

LBH APIK Jakarta spends Rp 2.9 million (US$201.14) per month per person to provide temporary safe houses and daily necessities, including food and clothing.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Call For Donation Kawan-kawan yang baik, Apa kabar? Semoga selalu sehat ya🌻 Dalam masa pandemi COVID-19 layanan LBH APIK Jakarta mengalami peningkatan dalam mendampingan perempuan dan anak korban kekerasan. Sejak 16 Maret hingga 30 Juni 2020 (sekitar 3,5 bulan) LBH APIK Jakarta menerima pengaduan sebanyak 366 kasus atau sekitar 110 kasus per-bulan. Sebagai pembanding, jumlah kasus yang diterima per-bulan di tahun 2019 adalah 60 hingga 70an kasus, jadi peningkatannya hampir mencapai sekitar 85% dari penerimaan kasus per-bulan di masa sebelum COVID-19. . Penambahan kasus yang tinggi tersebut menyebabkan meningkatnya layanan yang kami berikan, termasuk penyediaan rumah aman untuk para korban saat penanganan kasus. Rumah aman milik Negara mensyaratkan adanya surat bebas COVID-19 (dengan rapid test) dan adanya laporan Polisi untuk dapat mengakses rumah aman. Karena kebutuhan rumah aman yang mendesak tersebut, kami ingin menggalang dana untuk membiayai penyelenggaran rumah aman secara mandiri dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mendasar dari korban yang sedang berada di rumah aman tersebut. . Kami merencanakan untuk mengadakan penjualan barang-barang preloved secara online. Ada dua alasan mengapa kali ini kami berharap mendapat dukungan dari ibu dan bapak serta saudara semua. Hingga saat ini ada 5 orang perempuan korban yang kami sewakan rumah aman darurat. Beberapa perempuan korban tersebut juga membawa satu atau beberapa anaknya untuk tinggal di rumah aman darurat tersebut. Rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh setiap korban hingga kasusnya selesai adalah dua bulan. Sebagai ilustrasi, dana yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan rumah aman bagi satu orang perempuan korban dalam satu bulan adalah Rp. 2,900,000,- sebagai berikut: 1. Sewa tempat per bulan Rp. 1.000.000,- 2. Kebutuhan makan 1 bulan Rp.1.000.000,- 3. Pakaian Rp. 300.000,- 4. Kebutuhan toiletries (sabun pembersih diri), sabun cuci dan pel, pembalut Rp. 300.00 biaya-biaya tersebut murni untuk kebutuhan rumah aman tidak mencakup dengan pendampingan dan kebutuhan-kebutuhan kasus #LBHAPIKJakarta #Bantuanhukum #dirumahaja #Salingbantu

A post shared by LBH APIK JAKARTA (@lbhapik.jakarta) on

"There are currently five female victims of domestic abuse living in emergency shelters. They have brought along their children," LBH APIK Jakarta wrote in a statement. "The victims will need approximately two months to get their cases settled [in court]."

The foundation is accepting monetary donations and in-kind contributions to be sold to raise money for the victims. Donors can send the items to LBH APIK Jakarta's office on Jl. Raya Tengah No. 31 in East Jakarta or drop them off there. Monetary donations can be wired to the foundation's account.

Read also: Victims of domestic violence struggle to access help during quarantine

LBH APIK Jakarta received 366 reports of domestic violence between March 16 and June 30, an average of 110 reports a month. It received 60 to 70 reports a month last year.

Women living with violent partners have found themselves trapped and unable to access help as many people have been required to stay home to limit the spread of COVID-19. The foundation found that not all victims could leave the house as most of them were financially dependent on their husbands.

Government domestic violence shelters require applicants to provide negative COVID-19 test results and to have filed a formal letter of complaint with the police against their abusers to be admitted to the shelters. LBH APIK Jakarta’s shelters have no such requirements.