Can't find what you're looking for?
View all search resultsCan't find what you're looking for?
View all search resultsDi pemerintahan Prabowo, target pertumbuhan PDB setahun penuh adalah sebesar 5,2 persen untuk 2025. Harapan Presiden, angka itu dapat mencapai 8 persen pada akhir masa jabatannya.
ertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama pemerintahan Prabowo Subianto sebagai presiden telah menyentuh titik laju paling lambat, sejak pandemi COVID-19. Hal ini ditengarai karena Ramadan dinilai gagal mendongkrak belanja konsumen secara signifikan dan investor khawatir tentang ketidakpastian global. Sementara itu, belanja pemerintah mengalami kontraksi.
Badan Pusat Statistik (BPS), dalam konferensi pers pada Senin 5 Mei, mengungkapkan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia dari Januari hingga Maret mencapai 4,87 persen tahun-ke-tahun (year on year atau yoy), angka itu menandai adanya perlambatan jikadibandingkan dengan pertumbuhan PDB sebesar 5,02 persen yoy pada kuartal sebelumnya.
Di pemerintahan Prabowo, target pertumbuhan PDB setahun penuh adalah sebesar 5,2 persen untuk 2025. Harapan Presiden, angka itu dapat mencapai 8 persen pada akhir masa jabatannya.
Mengomentari laporan BPS, pada hari yang sama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kepada wartawan di kantornya di Jakarta untuk menunggu data PDB kuartal kedua. Saat itu, anggaran belanja negara "sudah mulai bergulir, sehingga momentum pertumbuhan dapat dipertahankan."
Anggaran belanja negara dibatasi pada kuartal pertama karena pemerintah melakukan realokasi anggaran besar-besaran. Langkah itu diambil untuk mengalihkan dana ke program makan bergizin gratis andalan Presiden.
Data yang disajikan oleh kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menunjukkan bahwa belanja pemerintah terkontraksi 1,38 persen yoy pada kuartal pertama. Sangat jauh dari kenaikan 19,9 persen yoy pada kuartal yang sama tahun 2024 lalu.
Menurut Amalia, penurunan tersebut disebabkan oleh belanja untuk pemilihan umum, yang tahun lalu berlangsung pada bulan Februari.
Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.
Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.
Quickly share this news with your network—keep everyone informed with just a single click!
Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Get the best experience—faster access, exclusive features, and a seamless way to stay updated.