TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Apakah perbankan ritel tradisional Indonesia mati setelah aksi jual baru-baru ini?

Aditya Hadi (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Sun, July 2, 2023 Published on Jun. 28, 2023 Published on 2023-06-28T16:25:41+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
The Standard Chartered logo sign is displayed on the bank’s branch at Forum of Exchange Square in Hong Kong, China, in this stock image. The Standard Chartered logo sign is displayed on the bank’s branch at Forum of Exchange Square in Hong Kong, China, in this stock image. (Photo courtesy of Shutterstock)
Read in English

D

i tengah persaingan yang makin ketat di sektor perbankan ritel Indonesia, bank-bank pemberi pinjaman internasional telah mengubah strategi mereka, termasuk dengan menjual portofolio ritel, mencari pelanggan baru melalui platform teknologi, serta menyalurkan dana melalui aplikasi peer-to-peer (P2P) dan perusahaan multifinance.

Para analis yakin bahwa peran bank ritel konvensional akan menyusut karena produk mereka tergantikan oleh produk baru yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Namun, beberapa pelanggan yang menghargai interaksi manusia masih membutuhkan praktik perbankan tradisional.

Pada Januari 2022, Citi mengumumkan akan menjual bisnis perbankan ritel dan kartu kreditnya di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya kepada Bank UOB Singapura senilai US$3,6 miliar.

Pada April 2023, bank global lainnya, Standard Chartered, mengungkapkan rencana untuk menjual portofolio pinjaman ritelnya di Indonesia kepada Bank Danamon, anak perusahaan lokal dari perusahaan perbankan besar Jepang MUFG Bank. Transaksi jual beli ini akan mencakup pengalihan kartu kredit konvensional Standard Chartered, pinjaman pribadi, juga portofolio pinjaman hipotek dan mobil.

Namun, tidak ada bank yang benar-benar meninggalkan sektor perbankan ritel Indonesia.

The Jakarta Post - Newsletter Icon

Prospects

Every Monday

With exclusive interviews and in-depth coverage of the region's most pressing business issues, "Prospects" is the go-to source for staying ahead of the curve in Indonesia's rapidly evolving business landscape.

By registering, you agree with The Jakarta Post's

Thank You

for signing up our newsletter!

Please check your email for your newsletter subscription.

View More Newsletter

Citi mencairkan dana LST (lingkungan, sosial dan tata kelola) sebesar Rp275 miliar ($18,2 juta) kepada perusahaan multifinance Home Credit pada Desember 2022. Sementara itu, Standard Chartered menyalurkan pinjaman melalui perusahaan fintech Kredit Pintar dan Kredivo.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.