TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Pramono menang telak di Jakarta, KPU siap digugat

KPU telah mengumumkan kemenangan calon dari PDI-P dalam kompetisi antara tiga kandidat. Pasangan Ridwan-Suswono bersiap ajukan banding.

Dio Suhenda (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Sun, December 8, 2024 Published on Dec. 8, 2024 Published on 2024-12-08T20:22:50+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Jakarta gubernatorial candidate Pramono Anung (left) talks to his running mate Rano Karno (right) during a press briefing in South Jakarta’s Cipete area on Nov. 28, the day after the 2024 simultaneous regional head elections. Jakarta gubernatorial candidate Pramono Anung (left) talks to his running mate Rano Karno (right) during a press briefing in South Jakarta’s Cipete area on Nov. 28, the day after the 2024 simultaneous regional head elections. (Antara/Sulthony Hasanuddin)
Read in English

 

Minggu 8 Desember sore, KPU Jakarta telah mengumumkan bahwa Pramono Anung adalah calon pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada) Jakarta. Pengumuman mengungkapkan bahwa politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan pasangannya, Rano Karno, memenangkan lebih dari separuh suara seluruh warga. Untuk memenangkan pemilihan gubernur kota pada 27 November lalu dalam satu putaran, kandidat perlu lebih dari 50 persen suara.

Hasil penghitungan akhir KPU yang disampaikan dalam rapat penghitungan dan sertifikasi suara, yang diselenggarakan secara terbuka, menunjukkan bahwa Pramono memperoleh 2,18 juta suara atau 50,07 persen. Ia mengalahkan pesaing utamanya, Ridwan Kamil dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang pro-pemerintah, juga mengalahkan calon independen Dharma Pongrekun. Rapat penghitungan tersebut melibatkan perwakilan dari seluruh tim sukses serta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu),

Ridwan, mantan Gubernur Jawa Barat, dan pasangannya, Suswono dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), memperoleh 1,71 juta suara atau 39,4 persen. Sementara Dharma dan pasangannya, Kun Wardana, memperoleh 459.230 suara atau 10,53 persen.

PDI-P telah ditetapkan sebagai partai oposisi de facto karena merupakan satu-satunya partai politik di DPR yang tidak bergabung dengan KIM.

Jika mencermati lebih teliti hasil penghitungan suara, Pramono memperoleh suara lebih banyak daripada para pesaingnya di lima kota serta satu-satunya kabupaten di Jakarta, yaitu Kepulauan Seribu. Perolehan suara itu membuatnya unggul melewati ambang batas 50 persen dengan lebih dari 2.900 suara.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.