TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

6 anggota TNI ditetapkan sebagai tersangka penganiaya relawan Ganjar

News Desk (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Tue, January 2, 2024 Published on Jan. 2, 2024 Published on 2024-01-02T18:51:03+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Presidential candidate and former Central Java governor Ganjar Pranowo (left) and vice presidential candidate Mahfud MD react as they arrive to attend the first presidential election debate at the General Elections Commission (KPU) office in Jakarta on Dec. 12, 2023. Presidential candidate and former Central Java governor Ganjar Pranowo (left) and vice presidential candidate Mahfud MD react as they arrive to attend the first presidential election debate at the General Elections Commission (KPU) office in Jakarta on Dec. 12, 2023. (AFP/Yasuyoshi Chiba)
Read in English
Indonesia Decides

Enam anggota TNI diduga melakukan penganiayaan terhadap rombongan pendukung calon presiden Ganjar Pranowo di Boyolali akhir pekan lalu. Mereka telah ditetapkan menjadi tersangka dalam peristiwa tersebut.

Menurut Kolonel Infanteri Richard Harison, juru bicara Komando Daerah Militer IV Diponegoro yang mencakup wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta, keenam tersangka tersebut (dalam inisial) adalah Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F, dan Prada M.

Richard juga mengatakan bahwa penyidik Kepolisian Militer (Denpom) Surakarta di Jawa Tengah masih menyelidiki kasus tersebut. Hasil penyidikan akan diserahkan kepada jaksa militer, yang kemudian akan membawa kasus tersebut ke pengadilan militer. “Dalam kasus ini, TNI terutama Kodam Diponegoro tidak akan melakukan intervensi,” kata Richard di Markas Komando, Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa, seperti dikutip dari Antara.

Bentrokan yang terjadi antara rombongan pendukung Ganjar dan anggota TNI di Boyolali pada hari Sabtu mengakibatkan tujuh warga sipil terluka. Dua orang bahkan dirawat di rumah sakit. Ganjar saat itu sedang berkampanye di wilayah terjadinya bentrokan, namun tidak terlibat dalam kejadian.

Video yang diduga rekaman kejadian tersebut telah beredar di media sosial.

Panglima Kodim Boyolali Letkol Wiweko Wulang Widodo dalam jumpa pers, pada Minggu, membenarkan bahwa sedikitnya 15 personel TNI terlibat dalam bentrokan tersebut. Dia mengatakan, kasus tersebut akan segera diserahkan ke Polres Surakarta.

Dua korban dilaporkan telah dirawat di Rumah Sakit Pandang Arang di Boyolali, sementara lima korban lainnya telah kembali ke rumah masing-masing.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.