TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Perseteruan Megawati dan Jokowi makin panas 

Perseteruan antara Jokowi dan Megawati dengan cepat masuk babak baru. Seorang eksekutif PDI-P menuduh bahwa mantan presiden tersebut berusaha mengambil alih partai dalam pemilihan ketua umum mendatang.

Yerica Lai (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Sun, December 22, 2024 Published on Dec. 22, 2024 Published on 2024-12-22T20:22:43+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) chairwoman Megawati Soekarnoputri gestures while speaking on Aug. 26, 2024, during an event to announce the party’s candidates for the 2024 regional head elections at the PDI-P's headquarters in Menteng, Central Jakarta. Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) chairwoman Megawati Soekarnoputri gestures while speaking on Aug. 26, 2024, during an event to announce the party’s candidates for the 2024 regional head elections at the PDI-P's headquarters in Menteng, Central Jakarta. (Antara/Hafidz Mubarak A)
Read in English

 

Ketegangan yang membara antara ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Joko “Jokowi” Widodo tampak telah mencapai puncaknya. Saat ini, muncul tuduhan dari para loyalis bahwa Jokowi berusaha memecah belah dan mengambil alih partai.

Perseteruan antara Jokowi dan PDI-P mencapai puncaknya pekan lalu, ketika Megawati secara resmi mengeluarkan mantan presiden tersebut dari partai. Pemecatan juga berlaku untuk putranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sang menantu Walikota Medan Bobby Nasution. Alasan pemecatan adalah karena secara terbuka menentang partai tersebut dalam pemilihan presiden pada Februari lalu. 

Persaingan antara Jokowi dan Megawati secara cepat memasuki babak baru, dengan eksekutif PDI-P Deddy Yevri Sitorus menuduh bahwa mantan presiden tersebut berusaha mengambil alih partai dari Megawati dalam pemilihan ketua umum mendatang. Pemilihan ketua umum akan dilakukan di kongres nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April tahun depan.

Deddy menyebut hal itu, saat menanggapi pertanyaan media tentang laporan bahwa Jokowi telah mencari cara agar PDI-P mengganti sekretaris jenderal Hasto Kristiyanto dengan anggota partai yang bersekutu dengan mantan presiden tersebut. Dengan demikian, ia dapat memengaruhi jalannya pemilihan pemimpin. Hasto dikenal sebagai loyalis Megawati dan kritikus vokal Jokowi.

The Jakarta Post - Newsletter Icon

Morning Brief

Every Monday, Wednesday and Friday morning.

Delivered straight to your inbox three times weekly, this curated briefing provides a concise overview of the day's most important issues, covering a wide range of topics from politics to culture and society.

By registering, you agree with The Jakarta Post's

Thank You

for signing up our newsletter!

Please check your email for your newsletter subscription.

View More Newsletter

“Kami tidak membantahnya. [Kami, anggota partai, telah mendengar] isu tersebut beberapa waktu lalu. Dan tampaknya hal itu sengaja dihidupkan kembali menjelang kongres nasional partai,” kata Deddy dalam konferensi pers pada Kamis 19 Desember.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.