TheJakartaPost

Please Update your browser

Your browser is out of date, and may not be compatible with our website. A list of the most popular web browsers can be found below.
Just click on the icons to get to the download page.

Jakarta Post

Indonesia tetap waspada meski Iran dan Israel sedang gencatan senjata

Perwakilan Indonesia di negara-negara Timur Tengah yang berisiko tinggi mulai menyebarluaskan pemberitahuan peringatan kepada komunitas diaspora. Isi berita menguraikan tanggapan terhadap kemungkinan eskalasi, termasuk seruan untuk mulai mengemas ransum darurat dan dokumen penting.

Yvette Tanamal (The Jakarta Post)
Premium
Jakarta
Wed, June 25, 2025 Published on Jun. 24, 2025 Published on 2025-06-24T19:25:11+07:00

Change text size

Gift Premium Articles
to Anyone

Share the best of The Jakarta Post with friends, family, or colleagues. As a subscriber, you can gift 3 to 5 articles each month that anyone can read—no subscription needed!
People walk near a mural of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei amid the Iran-Israel conflict in Tehran on June 23, 2025. People walk near a mural of Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei amid the Iran-Israel conflict in Tehran on June 23, 2025. (-/Majid Asgaripour/West Asia News Agency via Reuters)
Read in English

 

Kekhawatiran akan eskalasi konflik antara Iran dan Israel tetap ada, meskipun kedua negara mengklaim sedang melakukan gencatan senjata. Bagaimana pun, pemerintah mempercepat perencanaan kedaruratan setelah menyelesaikan sesi pertama evakuasi warga negara Indonesia dari wilayah yang terdampak perang.

Pada Senin malam waktu setempat, beberapa jam sebelum Iran dan Israel menyetujui gencatan senjata, Iran menembakkan rudal ke pangkalan angkatan udara Al Udeid di Doha, Qatar. Serangan itu merupakan balasan terhadap pemboman fasilitas nuklir Iran oleh Amerika Serikat. Dilaporkan oleh Reuters, serangan itu tidak memakan korban jiwa, karena sebelumnya, Iran telah memperingatkan Qatar.

Meski tidak ada korban jiwa dari serangan Iran, wilayah udara di kawasan tersebut ditutup selama beberapa jam pada Selasa. Kawasan yang ditutup termasuk di langit Qatar dan Uni Emirat Arab. AFP melaporkan bahwa banyak maskapai penerbangan membatalkan perjalanan mereka ke wilayah tersebut.

Di antara penerbangan yang terkena dampak adalah penerbangan Qatar Airways yang dipesan untuk mengangkut sedikitnya 29 warga negara Indonesia. Mereka merupakan gelombang pertama pengungsi dari Iran yang menyelamatkan diri dari negara tersebut, dengan menempuh perjalanan darat selama 16 jam ke negara tetangga Azerbaijan.

Pada Selasa, Kementerian Luar Negeri mengatakan kepada wartawan bahwa para pengungsi tersebut akan kembali ke Jakarta menggunakan pesawat Turkish Airlines. Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, terlambat lebih dari dua jam.

Your Opinion Matters

Share your experiences, suggestions, and any issues you've encountered on The Jakarta Post. We're here to listen.

Enter at least 30 characters
0 / 30

Thank You

Thank you for sharing your thoughts. We appreciate your feedback.